Diberdayakan oleh Blogger.

Hendi Prio Santoso: Gas Untuk Transportasi Publik

Penggunaan gas untuk transportasi publik telah diterapkan di Indonesia, tetapi memang belum maksimal dan kurang populer dikalangan pemilik kendaraan bermotor. Dengan semakin tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) dari tahun ke tahun, makan gas menjadi alternatif penting untuk digunakan pada kendaraan bermotor, terutama angkutan publik yang bersifat massal seperti bus transjakarta.

Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso, mengatakan, catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama ini adalah mewujudkan energi non fosil yang ramah lingkungan dan murah.

"Serta terjamin pasokannya bagi industri serta dan segmen lainya seperti sektor transportasi, rumah tangga dan bisnis," kata Hendi di Jakarta, Selasa (31/3/2015).



Selengkapnya:

JAKARTA -Tingkat mobilitas yang tinggi dari warga Jakarta, membuat Pemprov DKI terus mengembangkan transportasi massal. Namun sayangnya, masyarakat masih menggunakan transportasi bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan. Akibatnya, gas buang yang dihasilkan mencemari udara Jakarta. Sehingga kualitas hidup warga semakin terganggu.


Menyikapi hal tersebut, Perusahaan Gas Negara (PGN) ikut membantu mengembangkan transportasi massal berbahan bakar gas di Jakarta. Pasalnya, bahan bakar gas tidak menimbulkan polusi dan pencemaran udara.
Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Hendi Prio Santoso, mengatakan, catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama ini adalah mewujudkan energi non fosil yang ramah lingkungan dan murah.

"Serta terjamin pasokannya bagi industri serta dan segmen lainya seperti sektor transportasi, rumah tangga dan bisnis," kata Hendi di Jakarta, Selasa (31/3/2015).

Menurutnya, seluruh pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan kebutuhan industri dan sektor transportasi. "Korupsi tak ditolerir sedikit pun di Perusahaan Gas Negara melalui penguatan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Sehingga gerak laju PGN dapat menghasilkan kinerja dan performa terbaiknya,dengan biaya yang efisien," tuturnya.

Hal ini kata dia, sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di mana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritasnya.

Saat ini, setiap hari PGN mengalirkan gas ke Jakarta sebanyak 95 BBTUD atau setara 2,7 juta liter BBM per hari. Ini juga berarti selama ini PGN turut membantu mengurangi kemacetan lalu lintas. "Kebutuhan gas bumi di DKI Jakarta semakin meningkat dengan adanya program Percepatan SPBG dan Percepatan gas rumah tangga (city gas)," sambungnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, peningkatan infrastruktur gas sangat diperlukan untuk pemerataan penggunaan gas bumi di Jakarta pada khususnya dan wilayah lain di Indonesia. "Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban negara akibat impor BBM," pungkasnya.


Sumber :
http://news.okezone.com/read/2015/03/31/338/1127096/jakarta-kembangkan-transportasi-publik-berbasis-gas

Hendi Prio Santoso - Calo Gas Tidak Berkutik Dengan Zero Tolerance Corruption

Praktik-praktik korupsi jelas sangat merugikan pembangunan, Perusahaan Gas Negara berupaya membangun budaya perusahaan dengan program "Zerto Tolerance Corruption" yang akan diterapkan ke seluruh jajaran staff dan pimpinan PGN.


Praktik-praktik yang tidak sesuai dengan aturan akan terhadang dengan adanya "Kode Etik" yang akan menjadi dasar pegangan seluruh staff dan pimpinan dalam menjalankan PGN menuju BUMN yang bersih dan berprestasi.

Selengkapnya:

JAKARTA- Isu korupsi sudah menjadi akut dan seakan menjadi masalah besar yang sulit diselesaikan oleh bangsa ini. Korupsi pun menjangkiti semua lini kehidupan, tak terkecuali sektor BUMN. Butuh komitmen kuat dari segenap lapisan bangsa untuk memberantas korupsi.

Untuk itu pada sektor BUMN, sewajibnya segenap pimpinan membentuk komitmen bersama dengan seluruh karyawan, membentuk budaya perusahaan yang kuat. Perusahaan Gas Negara (PGN) adalah salah satu BUMN yang sedang membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, dimana memunculkan semangat “Zero tolerance corruption”.

Berdasarkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan, PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan".
Menurut Dirut PGN Hendi Prio Santoso, Jumat (13/3) catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka (Karyawan dan Pimpinan-red) dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik.

"Dimana memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," ujar Dirut PGN Hendi Prio Santoso, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN.

Pada sisi lain, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar US$3,41 miliar naik 13,6 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar. Laba operasi sebesar US$982,06 juta naik 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$933,35 juta dan EBITDA sebesar US$1,16 miliar naik 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar US$ 722,75 juta.

Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi.

Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat. Karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service.(*/hrb)

Baca juga : Hendi Prio Santoso - Korupsi Tidak Dibenarkan Terjadi


Sumber : http://id.beritasatu.com/home/butuh-komitmen-kuat-berantas-korupsi/110588

Hendi Prio Santoso - Korupsi Tidak Dibenarkan Terjadi

Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat. Oleh karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai "ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service". 



Selengkapnya:
Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai salah satu BUMN kini membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, berupa semangat "zero tolerance corruption" (toleransi nol korupsi) dan mewujudkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan.

"PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan"," kata  Dirut PGN Hendi Prio Santoso dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Hendi, catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka (Karyawan dan Pimpinan-red) dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik.

"Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," katanya.

Hendi menambahkan, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN.

Pada sisi lain, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 miliar naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar.

Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933,35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 miliar naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta.

Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi.

Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat.

Oleh karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai "ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service".

Baca juga : Hendi Prio Santoso - Calo Gas Tidak Berkutik Dengan Zero Tolerance Corruption
Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/485065/pgn-wujudkan-zero-tolerance-corruption

Hendi Prio Santoso PGN FSRU Lampung Salurkan Gas Bumi

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso menambahkan bahwa sebagai BUMN gas, PGN berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di wilayah yang belum tersentuh energi baik gas bumi, seperti Lampung misalnya. “Kami dengan sungguh-sungguh selalu berusaha keras untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum menikmati energi gas bumi, dalam rangka mewujudkan kemandirian energi,” kata Hendi.

Industri yang menerima aliran gas dari PGN FSRU Lampung itu adalah PT Coca Cola Amatil Indonesia, PT Garuda Food Putra Prima, PT Nestle Indonesia, Novotel Lampung, PT Bumi Menara Internusa, PT Tunas Baru Lampung, PT Gizi Utama, PT Japfa Comfeed, PT Philips Seafood, Hotel Sahid Bandar Lampung, PT LDC Indonesia, PT Aman Jaya Perdana, Hotel Aston Lampung, dan Golden Dragon.

Selain ke 14 Industri tersebut, Djoko Saputro menambahkan, saat ini PGN juga sedang melakukan finalisasi negoisasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memasok tiga pembangkit PLN di Lampung. Tiga pembangkit PLN itu adalah pembangkit listrik Sri Bawono, Sutami dan Tarahan. Adapun pasokan gas yang akan dialirkan untuk tiga pembangkit tersebut sebesar 45 MMSCFD atau 40,5 juta meter kubik per hari.


Menurut Djoko Saputro, selain industri dan listrik, PGN FSRU Lampung juga mengalirkan gas ke Lampung untuk sektor rumah tangga dan usaha kecil menengah (UKM). Untuk menghubungkan sumber gas dari PGN FSRU Lampung ke berbagai sektor di Lampung itu, PGN telah merampungkan pembangunan jaringan distribusi ke titik sasaran.

Saat ini PGN sudah menyelesaikan jaringan distribusi sepanjang lebih dari 90 kilometer. Dalam tahap awal, PGN membangun jaringan sepanjang 100 kilometer di Lampung.“Nantinya kami akan terus meningkatkan jaringan distribusi ini seiring dengan bertambahnya pelanggan baru PGN di Lampung,”jelasnya.

Baca juga: Hendi Prio Santoso - Catatan Saat Bertemu Gubernur Jateng

Hendi Prio Santoso - Catatan Saat Bertemu Gubernur Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) Hendi Prio Santoso beserta Jajarannya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Selasa, 4/3/2014. Dalam pertemuan itu Gubernur  didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Teguh Paryono.  

hendi prio santoso - catatan saat bertemu gubernur jateng

Kepada Ganjar, Hendi menyampaikan tentang kesiapan PGN dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi di Jawa Tengah.

Secara historis, PGN pernah membangun dan mengoperasikan jaringan pipa distribusi gas bumi di wilayah Semarang, namun saat ini sudah tidak beroperasi.

Program pembangunan jaringan distribusi gas di Semarang merupakan revitalisasi jaringan lama yang telah dioperasikan PGN sejak tahun 1980-an. PGN akan berinvestasi untuk merevitalisasi jaringan distribusi tersebut dan akan membangun jaringan distribusi gas yang komprehensif di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Jaringan distribusi gas yang akan dibangun yaitu distribusi Jateng Tahap 1 (Semarang, Kendal, Demak) sepanjang 48 kilometer dengan diameter 16 inci. Tahap kedua meliputi wilayah Ungaran dengan panjang 34 kilometer dengan diameter 16 inci. Adapun tahap ketiga di Solo Raya, Pati dan Pekalongan sepanjang 235 kilometer.

"Berkembangnya industri di Jawa Tengah akhir-akhir ini, baik industri baru maupun yang didorong adanya relokasi Industri dari berbagai daerah karena tenaga kerja di Jawa Tengah yang cukup kompetitif, memerlukan pasokan energi dengan harga yang lebih kompetitif," kata Hendi Prio Santoso seusai bertemu Gubernur Jawa Tengah.